1. Hiu Bukan Hewan Ganas Pemangsa Manusia
Menurut data dari International
Shark Attack file (ISAF) terjadi antara 50-75 orang yang diserang hiu setiap
tahun di seluruh dunia. Dari data tersebut, 8-12 orang mengalami kematian. Data ini sebenarnya jauh
lebih kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah kematian setiap tahun
yang disebabkan oleh gajah, lebah, buaya, petir atau bahaya alam lainnya. Namun, akibat ekspos yang berlebihan dari media sehingga
seolah-olah ikan hiu menjadi hewan pemangsa manusia paling berbahaya. Di sisi lain, jumlah hiu yang terbunuh
akibat penangkapan besar-besaran setiap tahun antara 20-100 juta ekor.
akibat penangkapan besar-besaran setiap tahun antara 20-100 juta ekor.
Nah, kawan. Ternyata kasihan ya
si Hiu ini selalu dituding sebagai hewan ganas yang selalu menerkam manusia,
padahal ia sendiri loh yang sering terbunuh oleh manusia dan jumlahnya pun bisa
sampai puluhan bahkan jutaan ekor. Apa pendapatmu, kawan ?
2. Hanya Hiu Berukuran 1.8 m Yang Berpotensi Menyerang Manusia
Dari 440 lebih spesies hiu, sekitar 80%-nya tumbuh kurang dari
1.6 m. Dan hiu-hiu tersebut tidak dapat menyakiti orang atau jarang bertemu
orang. Hanya 32 spesies yang didokumentasikan dalam serangan terhadap manusia.
Dan hanya hiu yang berukuran panjang 1.8 m atau lebih yang berpotensi mudah menyerang manusia.3 spesies yang telah diidentifikasi berulang kali menyerang manusia adalah hiu putih besar, hiu harimau dan hiu banteng. Ketiga spesies tersebut ditemukan di seluruh dunia. Ukuran mereka besar dan memangsa sebagian besar mamalia laut. Serangan yang sering terjadi adalah pada perenang, penyelam bebas, peselancar dan kapal. Hiu putih besar tercatat sebagai penyerang tertinggi dibanding spesies hiu lainnya. Namun, dari catatan ISAF sekitar 80% dari semua serangan hiu terjadi di daerah tropis dan subtropis. Dimana spesies hiu lainnya lebih mendominasi dibandingkan hiu putih besar.
Dan hanya hiu yang berukuran panjang 1.8 m atau lebih yang berpotensi mudah menyerang manusia.3 spesies yang telah diidentifikasi berulang kali menyerang manusia adalah hiu putih besar, hiu harimau dan hiu banteng. Ketiga spesies tersebut ditemukan di seluruh dunia. Ukuran mereka besar dan memangsa sebagian besar mamalia laut. Serangan yang sering terjadi adalah pada perenang, penyelam bebas, peselancar dan kapal. Hiu putih besar tercatat sebagai penyerang tertinggi dibanding spesies hiu lainnya. Namun, dari catatan ISAF sekitar 80% dari semua serangan hiu terjadi di daerah tropis dan subtropis. Dimana spesies hiu lainnya lebih mendominasi dibandingkan hiu putih besar.
3. Indonesia dan India Adalah Negara Penangkap Hiu Terbesar
Data terbaru dari TRAFFIC, sebuah
aliansi antara WWF dan International Union for Conservation of Nature (IUCN),
merilis laporan yang menyebutkan daftar negara-negara yang menjadi pusat utama penyuplai
perdagangan daging hiu atau bagian-bagian tubuh hiu. Pada laporan yang
dipublikasikan di Bangkok, Maret lalu, negara Indonesia dan India berada di
urutan teratas dalam daftar tersebut. Diurutan berikutnya ada Bangladesh,
Maladewa, Oman, Singapura, Thailand dan Uni Emirat Arab sebagai eksportir sirip
hiu. Sedangkan Namibia, Afrika Selatan, Panama, dan Uruguay sebagai eksportir
daging ikan hiu.
Wah kawan, ternyata Indonesia adalah salah satu Negara Penangkap
Hiu terbesar nih. Ya kegiatan menangkap dan menjual daging hiu bermanfaat juga
untuk menambah devisa negara, tetapi kita jangan menangkap berlebihan ya,
kawan. Kita juga kan ga mau kalau si Hiu ini musnah.
4. Gigi Hiu Tanggal 30.000 Lebih Sepanjang Hidup Mereka
Gigi hiu tidak memiliki akar sehingga
gigi mereka biasanya tanggal setelah sekitar satu minggu dan terus-menerus
diganti sepanjang hidup. Pada beberapa spesies, waktu gigi mereka tanggal
bervariasi. Dari sekali setiap 8 hari, 10 hari dan ada yang sampai beberapa
bulan baru tanggal. Hiu memiliki lima sampai 15 baris gigi di setiap rahang dan
sebagian besar memiliki 5 baris. Uniknya,
beberapa spesies hiu kehilangan gigi 30.000 atau lebih sepanjang hidup mereka.
Namun, hiu memiliki susunan gigi baru pengganti yang dapat mengganti gigi yang
tanggal tersebut hanya dalam satu hari alias 24 jam.
Nah, kawan. Ternyata gigi si Hiu yang terlihat
runcing, tajam, kuat dan mengerikan ini bisa tanggal juga ya. Dan jumlahnya
bukan main, banyak sekali yang tanggal. Tetapi kita juga harus waspada karena
gigi tersebut dapat diganti dengan gigi baru hanya dalam satu hari. Wah, hebat
juga ya, kawan. Pantas saja tidak terlihat hewan ini bergigi ompong. Hihihi …
5. Hiu Terkecil Hanya 21,2 cm
Hiu memang spesies yang dikenal
memiliki tubuh yang sangat besar. Tapi ada pengecualian untuk hiu yang satu
ini. Ya, Dwarf
Lanternshark adalah hiu terkecil dengan panjang tubuh maksimal hanya 21,2 cm. Hiu
ini hanya berada di area kecil dari Laut Karibia di lepas pantai Kolombia dan
Venezuela. Tepatnya di antara Barranquilla
dan Santa Marta, dekat Semenanjung Guajira dan juga ada di antara Kepulauan Los
Testigos dan Grenada. Hiu ini berada pada kedalaman 283-439 m (928-1.440 feet) dibawah
permukaan laut.
Kawan, ternyata si predator laut yang terkenal
bertubuh besar dan garang ini memiliki ukuran lain yang sangat kecil loh, yaitu
berukuran 21,2 cm. Terbayang betapa unik dan lucunya hiu kecil ini ya, kawan.
Bagaimana pendapatmu tentang si Dwarf Lanternshark ini kawan ? Apa masih takut
dan ragu untuk memegang dan berinteraksi langsung dengannya ?
Untuk mendapatkan kesimpulan itu, peneliti melakukan observasi pada mata hiu dengan menggunakan teknik micro-spektofotometri. Mereka mengamati sel-sel penyusun retina mata pada 17 spesies hiu yang ditangkap di wilayah Queensland dan Australia Barat.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa 10 dari 17 spesies hiu tidak memiliki sel berbentuk kerucut,
sel yang berperan dalam membedakan warna. Sementara, 7 spesies lain hanya punya
1 jenis sel kerucut, yakni jenis yang peka pada warna hijau (panjang gelombang
530 nanometer).
Para ilmuwan menemukan, kebanyakan spesies hiu hanya memiliki sel
berbentuk batang. Sel tersebut sangat
sensitif terhadap cahaya, mampu membedakan kontras dan memungkinkan
pengelihatan warna. Namun, sel itu tidak mampu membedakan warna.
"Hasil studi kami menunjukkan,
dibandingkan dengan warna, kontras dengan latar mungkin jauh lebih penting bagi
hiu untuk mengidentifikasi objek," kata Nathan Scott Hart, pemimpin proyek
penelitian ini yang berasal dari University of Western Australia.
Dalam wawancaranya dengan AFP
kemarin, ia mengungkapkan, "Pengetahuan ini
bisa membantu kita untuk merancang alat pancing, peralatan surfing dan pakaian
renang yang kurang atraktif di mata hiu." Hal itu bisa mencegah kemungkinan
manusia untuk dimangsa oleh si predator laut ini.
Kemampuan membedakan warna memang
relatif tidak penting bagi hewan laut. Di kedalaman lautan, warna akan memudar
dan menghilang. Sebelumnya, peneliti lain juga menemukan bahwa lumba-lumba,
anjing laut dan paus juga hanya memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna
hijau.
Hiu ternyata buta warna. Kesimpulan
tersebut diambil berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan para ilmuwan di
jurnal Naturwissenschaften Selasa kemarin (18/1/2011). http://www.tambahwawasan.com/
Nah kawan, bagaimana ? Sudah
bertambah kan pengetahuan kalian mengenai si predator laut, Ikan Hiu ? Beberapa
fakta disebutkan bahwa hanya Hiu yang berukuran 1.8 m saja yang berpotensi menyerang
manusia dan sebenarnya tidak banyak Hiu yang menyerang manusia, melainkan
sebaliknya. Tetapi, hendaknya kita harus tetap waspada juga, kawan terhadap si
Hiu ini. Biar bagaimana pun, Hiu ini adalah hewan yang tergolong ganas karena
memiliki gigi yang besar, tajam, dan dapat melumat mangsanya. Selain itu,
naluri hewannya masih ada yaitu memangsa siapa saja ketika ia kelaparan.
Sekian fakta tentang si Hiu ini, semoga
bermanfaat ya, kawan !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar