Karya
: Nurul Amalia (Delia)
Hari
itu memang tak seperti hari biasanya
Entah
mengapa, hari itu menjadi sangat berbeda dibanding hari lainnya
Kala
itu aku sedang menikmati senja
Ku
duduk termangu di bangku taman
Di
sampingku, ada sesosok yang selalu menemaniku
Ia
adalah salah satu yang spesial bagiku
Ku
diam, dia pun sama
Cukup
lama memang untuk memulai suatu obrolan yang menyenangkan
Ku
mulai dengan menatapi wajahnya
Tak
ku lihat senyum bahagia di raut mukanya
Tak
jua ku lihat kerutan dekat pipinya yang mendukung ia tersenyum
Yang
ada hanyalah muka khawatir,
Gelisah,
tak menentu
Ia
coba mengalihkan saat ku tanya mengapa
Ia
jua coba memalingkan muka saat ku lihat raut wajahnya
Dan
ia coba menutupi kesedihan yang ia rasakan
Tak
ku rasakan secercah cahaya kebahagiaan darinya
Aku
jadi semakin ragu,
Ada
apakah gerangan yang terjadi pada dirinya ?
Sungguh,
aku tak ingin melihatnya bermuram durja
Sungguh,
aku tak ingin ia diam seribu bahasa
Sungguh,
aku ingin menanyakan beribu hal pada dirinya saat itu
Tapi,
ku lihat lagi raut wajahnya yang meyakinkanku bahwa ia tak apa
Bahwa
ia baik-baik saja, tak mengapa
Tapi
ku tak bisa pungkiri, bahwa ada sesuatu yang ganjil yang menyebabkan ia seperti
itu
Aku
pun tanya sekali lagi ia mengapa,
Ku
tatap dalam matanya
Dan
ia coba menatap balik, tak menolak
Ia
mengaku bahwa ia takut
Ia
takut kalau suatu saat ia tak selalu ada di sampingku
Takut
kalau aku punya rasa dengan yang lain
Takut
kalau ada sosok lain yang menggantikan posisinya
Takut
kalau aku perlahan mulai menjauhi dirinya
Ia
takut, seperti itu~
Ku
hanya tersenyum
Meraih
kedua tangannya
Mencoba
menatap dalam kembali matanya
Dan
meyakinkannya bahwa aku tidak akan seperti itu
Aku
menyayangimu tanpa sebab dan alasan,
Bagaikan
bintang yang selalu menemani langit tanpa sebab
Bagaikan
matahari yang selalu memancarkan cahayanya tanpa alasan
Assalamu'alaikum delia :) puisi karyamu sangat bagus, semua isinya sangat memberi kesan yang mendalam. Saya mengagumimu dan semua karyamu. Terus berkarya! :)
BalasHapusWaalaikumssalam Afina;) terima kasih banyak, Afina. Inshaallah selagi saya masih diberikan kesempatan. Hehe;)
BalasHapusAssalamualaikum, Delia. Puisi yang kamu buat sangatlah bagus, sehingga membuat pembaca terbawa suasana kedalam puisi tersebut. Penggunaan pada makna konotasi dalam puisi tersebut juga sangat lah pas. Saya sangat mengagumi puisimu. Terus berkarya yaa, Delia ;)
BalasHapusWaalaikumssalam Reno:) terimakasih banyak, Reno. Tapi sebenarnya, masih banyak kekurangan pada puisi saya, karena saya masih dalam tahap belajar. Terimakasih atas dukungannya ya:)
BalasHapus