Kamis, 10 April 2014

Janji Suci

Karya : Nurul Amalia (Delia)

Hari itu memang tak seperti hari biasanya
Entah mengapa, hari itu menjadi sangat berbeda dibanding hari lainnya
Kala itu aku sedang menikmati senja
Ku duduk termangu di bangku taman
Di sampingku, ada sesosok yang selalu menemaniku
Ia adalah salah satu yang spesial bagiku
Ku diam, dia pun sama
Cukup lama memang untuk memulai suatu obrolan yang menyenangkan
Ku mulai dengan menatapi wajahnya
Ia tampak berbeda,
Tak ku lihat senyum bahagia di raut mukanya
Tak jua ku lihat kerutan dekat pipinya yang mendukung ia tersenyum
Yang ada hanyalah muka khawatir,
Gelisah, tak menentu
Ia coba mengalihkan saat ku tanya mengapa
Ia jua coba memalingkan muka saat ku lihat raut wajahnya
Dan ia coba menutupi kesedihan yang ia rasakan
Tak ku rasakan secercah cahaya kebahagiaan darinya
Aku jadi semakin ragu,
Ada apakah gerangan yang terjadi pada dirinya ?
Sungguh, aku tak ingin melihatnya bermuram durja
Sungguh, aku tak ingin ia diam seribu bahasa
Sungguh, aku ingin menanyakan beribu hal pada dirinya saat itu
Tapi, ku lihat lagi raut wajahnya yang meyakinkanku bahwa ia tak apa
Bahwa ia baik-baik saja, tak mengapa
Tapi ku tak bisa pungkiri, bahwa ada sesuatu yang ganjil yang menyebabkan ia seperti itu
Aku pun tanya sekali lagi ia mengapa,
Ku tatap dalam matanya
Dan ia coba menatap balik, tak menolak
Ia mengaku bahwa ia takut
Ia takut kalau suatu saat ia tak selalu ada di sampingku
Takut kalau aku punya rasa dengan yang lain
Takut kalau ada sosok lain yang menggantikan posisinya
Takut kalau aku perlahan mulai menjauhi dirinya
Ia takut, seperti itu~
Ku hanya tersenyum
Meraih kedua tangannya
Mencoba menatap dalam kembali matanya
Dan meyakinkannya bahwa aku tidak akan seperti itu
Aku menyayangimu tanpa sebab dan alasan,
Bagaikan bintang yang selalu menemani langit tanpa sebab
Bagaikan matahari yang selalu memancarkan cahayanya tanpa alasan

4 komentar:

  1. Assalamu'alaikum delia :) puisi karyamu sangat bagus, semua isinya sangat memberi kesan yang mendalam. Saya mengagumimu dan semua karyamu. Terus berkarya! :)

    BalasHapus
  2. Waalaikumssalam Afina;) terima kasih banyak, Afina. Inshaallah selagi saya masih diberikan kesempatan. Hehe;)

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum, Delia. Puisi yang kamu buat sangatlah bagus, sehingga membuat pembaca terbawa suasana kedalam puisi tersebut. Penggunaan pada makna konotasi dalam puisi tersebut juga sangat lah pas. Saya sangat mengagumi puisimu. Terus berkarya yaa, Delia ;)

    BalasHapus
  4. Waalaikumssalam Reno:) terimakasih banyak, Reno. Tapi sebenarnya, masih banyak kekurangan pada puisi saya, karena saya masih dalam tahap belajar. Terimakasih atas dukungannya ya:)

    BalasHapus